Menikmati Libur Imlek di Malaysia

Liburan merupakan masa yang amat dinantikan bagi pekerja kantoran yang setiap harinya berkutat dengan pekerjaan yang bertumpuk. Contohnya yang saya alami saat masih bekerja kantoran. Rasanya sangat sulit mencari waktu luang untuk sekedar mencari suasana baru.

Dan kemudian kesempatan itu datang, pada saat libur Tahun Baru Imlek yang kebetulan jatuh di hari Jumat, sehingga ada waktu luang untuk sekedar berlibur. Saya membuat kesepakatan dengan 2 sahabat dari kantor yang lama untuk melakukan perjalanan ke Malaysia, mengisi libur Imlek di Malaysia.

Tinggalkan Jakarta saat banjir melanda

Saya telah memesan tiket maskapai Air Asia dengan jadwal penerbangan Kamis malam jam 19.00 wib. Saya berangkat sendiri karena 2 sahabat saya berangkat lebih awal dan memilih penerbangan siang karena mereka mengambil cuti pada hari hari itu.

Saya berangkat dari Kantor pukul 14.00 dengan bus Damri dari Rawamangun menuju bandara Soekarno Hatta. Pada saat keberangkatan bus, tiba-tiba hujan deras melanda dan terus semakin deras. Rupanya hujan ini berakhir dengan banjir besar melanda Jakarta. Hampir seluruh jalan di Jakarta lumpuh dan digenangi air. Kemacetan terlihat dimana-mana.

Seluruh penumpang bus Damri terlihat panik karena khawatir terlambat tiba di bandara. Dan ternyata memang perjalanan ke bandara memakan waktu jauh lebih lama. Kami tiba di bandara pukul 18.00. Saya turun di terminal 3 Ultimate dan langsung mencari informasi keberangkatan pesawat saya yang sedianya akan take off jam 19.00.

Ternyata pesawat ditunda keberangkatannya hingga pemberitahuan lebih lanjut. Saya segera shalat maghrib sebelum waktunya habis. Setelah itu memutuskan untuk makan malam di salah satu counter makanan di Terminal 3. Saya memilih menu nasi lemak yang rasanya sangat standar. Setelah itu saya langsung menuju ruang tunggu sambil menunggu informasi lebih lanjut. Menunggu tanpa kepastian sungguh sangat membosankan. Saya mengajak calon penumpang lain untuk sekedar bercakap-cakap. Selanjutnya saya tenggelam dalam buku yang sengaja saya bawa di setiap perjalanan untuk mengisi waktu seperti saat itu.

Nasi lemak ala Terminal 3

Pada akhirnya pihak maskapai mengumumkan keberangkatan pukul 23.30, dan saya berangkat dengan kondisi kelelahan dan mengantuk. Kondisi pesawat tidak padat, kemungkinan banyak penumpang yang membatalkan keberangkatan karena kondisi banjir yang luar biasa.

Saya tiba di Kuala Lumpur pukul 01.30 dini hari dan langsung menuju imigrasi. Selanjutnya saya mencari counter yang menjual nomer provider lokal Malaysia. Counter yang masih buka tinggal satu karena sudah dini hari dan akhirnya kami harus mengantri untuk melakukan setting ke nomer lokal Malaysa.

Kemudian saya mencari ruang tunggu karena bus yang sedianya akan saya tumpangi menuju pusat kota telah habis dan baru akan mulai beroperasi lagi pukul 04.00 pagi.

Ruang tunggu tampak lengang, namun saya masih sempat saya berbincang-bincang dengan seorang penumpang Air Asia yang kebetulan duduk sejajar dengan kursi saya. Kami bercakap-cakap sejenak dan kebetulan bersangkutan cukup ramah, seorang berkebangsaan India yang bekerja di perusahaan IT di Kuala Lumpur, dan memiliki istri yang tinggal dan sudah menjadi warga negara Indonesia.

Jam 4 pagi bus kami telah tiba dan siap mengantar penumpang ke berbagai tujuan di Kuala Lumpur. Saya menuju bus dengan tujuan KL Sentral. Perjalanan ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam. Setiba di KL Sentral saya dijemput oleh kedua sahabat yang telah lebih dahulu tiba, dan selanjutnya kami menuju apartment yang telah kami pesan sebelumnya. Kami menyewa apartemen di daerah Bukit Bintang. Apartemen yang cukup nyaman, dengan 1 kamar tidur yang cukup luas, ruang tamu, ruang makan, pantru dan kamar mandi yang cukup nyaman.

Setiba di apartment kami memutuskan untuk segera tidur karena saya kelelahan sepanjang malam di bandara. Kami sempat bangun untuk shalat subuh dan melanjutkan tidur karena kelelahan.

Hari Pertama Berkeliling Kuala Lumpur

Pagi hari saat tahun baru Imlek, kami memutuskan berjalan-jalan di pusat kota melihat kemeriahan imlek. Jalanan cukup lengang dan kami mencoba berbagai transpotasi umum untuk berkeliling kota. Transportasi umum di Kuala Lumpur sangat bagus, banyak pilihan moda transportasi yang dapat dapat diandalkan oleh masyarakat.

KL Sentral

Hari pertama diisi dengan berkeliling kota, makan siang di Pavilion dan di sore hari kami menyempatkan diri untuk mengunjungi Batu Caves, salah satu tujuan wisata di Malaysia.

Batu Caves adalah bukit kapur yang memiliki serangkaian gua-gua yang telah berusia lebih ribuan tahun lalu. Bukit Caves terletak di distrik Gombak, Selangor Malaysia. Tempat ini merupakan situs festival bagi penganut agama Hindu yang jumlahnya cukup banyak di Malaysia. Di Batu Caves terdapat patung Dewa Murugan setinggi 42,7 meter yang dilapisi emas. Disampingnya terdapat 272 anak tangga menuju gua dan kuil tua. Kami memutuskan hanya melihat-lihat dari bawah, dan tidak menaiki anak tangga yang terlalu tinggi, dan mempertimbangkan hari yang sudah beranjak sore sehingga kamipun tidak berlama-lama di Batu Caves.

Perjalanan hari itu diakhiri dengan makan malam di sebuah food court dan saya memilih menu tomyam sebagai makan malam. Setelah itu kami kembali ke apartment untuk berisitirahat.

Menikmati Genting Highland

Hari kedua agenda kami adalah mengunjungi Genting Highland Resort. Awalnya kami berencana menggunakan transportasi bus rute KL Sentral – Genting, namun karena masih masa libur, seluruh jadwal bus pada pagi hingga siang telah dipesan oleh penumpang. Kami tidak memilih jadwal sore karena agenda kami ke Genting hanya sampai sore dan tidak menginap di sana. Kami memutuskan untuk menyewa mobil menuju Genting.

Genting Highland berada di Pahang, Malaysia. Luas total area Genting Highland ini adalah 28 hektar dengan kontur yang berbukit-bukit dan dikelilingi hutan-hutan yang sangat indah.

Tujuan pertama kami adalah mengunjungi Chin Swee Caves Temple, kuil yang berada di ketinggian 4.600 kaki di atas permukaan laut. Kami menuju lokasi dengan menggunakan cable car dengan membayar tiket seharga 8 ringgit Malaysia per orang untuk Gondola standard. Kami membeli 6 tiket (untuk 3 orang) sekaligus untuk perjalanan turun kembali menggunakan cable car.

Panorama di sekitar Chin Swee Caves Temple ini sangat indah. Dari ketinggian tampak kabut menyelimuti hutan-hutan diseklilingnya, bagaikan berada di negeri di atas awan. Bangunan klenteng yang cantik dengan ornamen berwarna mencolok bahkan sampai di bagian atap klenteng. Tempat ini tampaknya merupkan tujuan wisata yang wajib Anda kunjungi saat menikmati libur Imlek di Malaysia.

Di area ini terdapat patung Qingshui, seorang biksu Buddha yang dipercaya memiliki kemampuan supranatural.

Selain patung tersebut, terdapat klenteng tempat melakukan sembahyang bagi penganut agama Budha. Bangunan yang indah dengan suasana religius.

Pada saat kami berkunjung, masih dalam suasana tahun baru imlek, dan disana sedang berlangsung perayaan dengan dimeriahkan festival makanan dan souvenir. Kami berhati-hati sekali memilih makanan karena dari beberapa food stall, banyak dijajakan makanan non halal.

Tujuan selanjutnya adalah First World Resort, di mana tempat ini menjadi tujuan utama bagi para pelancong di Genting Highland. Di tempat ini terdapat pusat perbelanjaan, hotel dan kasino bagi mereka yang ingin mengadu peruntungan.

Setelah puas berkeliling area Genting Highland, kamipun kembali ke Bukit Bintang dan beristirahat. Sebelum tiba di apartment, kami singgah ke suatu restoran untuk makan malam.

Jangan Lupa Ke Melaka

Di hari ketiga, tujuan kami adalah mengunjungi Melaka, kota tua yang memiliki nilai historis dan menjadi tujuan wisata para wisatawan domestik maupun mancanegara.

Sebelum berangkat, kami menyempatkan diri mampir ke dataran merdeka, gedung Sultan Abdul Samad untuk membuat stock foto, dan Central Market untuk membeli aneka snack dan coklat untuk keluarga dan rekan-rekan di kantor.

Gedung Sultan Abdul Samad Kuala Lumpur

Setelah berbelanja dan makan di area Central Market, kami berangkat menuju Malaka. Perjalanan kali ini dipandu oleh sahabat yang kebetulan pernah mengenyam pendidikan di salah satu Universitas di Malaysia.

Perjalanan menuju Melaka walaupun melalui tol ternyata cukup lama, karena bertepatan dengan libur tahun baru Imlek sehingga kendaraan di tol terasa lebih padat.

Kami tiba di Melaka sore menjelang petang. Kami mengunjungi beberapa tempat bersejarah dan banyak dikunjungi wisatawan yang menikmati libur Imlek di Malaysia hingga malam. Setelah puas berkeliling, kami singgah di rumah makan yang menyediakan masakan India, kegemaran sahabat-sahabat saya.

Christ Church Melaka

Perjalanan pulang dari Melaka ke Kuala Lumpur ternyata mengalami kemacetan yang luar biasa di jalan tol. Kami berangkat dari Melaka pukul 22.30 dan tiba di apartment Bukit Bintang pukul 02.00 dini hari. Sungguh sangat melelahkan.

Setiba di apartement, sahabat-sahabat saya bersiap-siap untuk tidur sedangkan saya sendiri langsung mandi dan berkemas-kemas karena harus pulang ke Jakarta pagi harinya. Saya memilih penerbangan paling awal menuju Jakarta. Hari itu adalah hari Senin dan saya tidak mengambil cuti sehingga dari Soekarno Hatta saya harus langsung menuju ke kantor untuk bekerja seperti biasa. Menikmati libur Imlek di Malaysia sungguh pengalaman yang berkesan.

Baca Artikel lainnya Jelajah Bumi Minangkabau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *